MENGINTIP BISNIS PEMANFAATAN ASET PEMDA - RESTO APUNG DI MUARA ANGKE JAKARTA

 

Ikatip.id, Jakarta - Sebuah terobosan kreatif yang sangat menakjubkan dalam mengelola aset milik pemerintah daerah DKI Jakarta menjadi bisnis yang sangat potensial, hal tersebut terbukti dilakukan pemilik perusahaan yang bernaung dalam Mataer Group, Zaidin A Zaiti, Lulusan Akademi Teknologi Industri Padang tahun 1988 dan sempat menyelesaikan S2 bidang bisnis di Universitas Indonesia.

Pengelolaan Resto Apung oleh perusahaan miliknya merupakan satu diantara usaha  pemanfaatan aset-aset milik pemerintah daerah  lainnya, dijelaskan Zaidin saat dimintai keterangan oleh awak media  ikatip.id dikawasan Resto Apung, Muara Angke Jakarta Utara.

"Masyarakat Jakarta pasti sudah mengenal Resto Apung dalam memenuhi selera Sea food yang sangat populer. Saat hari sabtu dan minggu, bisa lebih dari 5000 pengunjung yang menikmati panganan laut disini," ungkap Zaidin

"Manajemen Resto Apung melayani 90 resto seafood dengan berbagai cita rasa pilihan dan 100 lebih UKM terkait panganan hasil laut. Di kawasan ini juga tersedia pasar ikan segar, dimana pengunjung dapat memilih sendiri dengan harga yang lebih efisien" Lanjut Zaidin

 

Bangunan Resto Apung merupakan bangunan milik pemerintah DKI Jakarta yang dibangun oleh Gubernur Ahok saat menjabat. Dibangun melalui dana kompensasi pengenaan denda  yang berasal dari para  pengusaha. Sama dengan sumber biaya yang digunakan untuk pembangunan Jembatan Layang Semanggi Jakarta. Sumber dananya dari beberapa perusahaan  yang berkewajiban memenuhi dana kompensasi dimaksud

Resto Apung menjadi satu contoh pengelolaan aset negara yang saling memberikan kebermanfaatan kepada semua pihak. Aset bangunan diatas laut bernilai 250 miliar lebih tersebut menjadi lebih bernilai ditangan dingin Zaidin. Ia pun menyarankan kesemua penguasa daerah yang memiliki aset-aset bernilai,  dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha secara terbuka,  agar memperoleh manfaat yang maksimal kepada masyarakat serta pemasukan yang signifikan bagi daerah tersebut, tutup Ketua Umum IKATIP ini mengakhiri. (red-ikatip)