HAIRUN, GM WILMAR GROUP : PELAKU INDUSTRI SAWIT, WAJIB SERTIFIKASI ISPO UNTUK SEMUA KEBUNNYA
Ikatip.id, Padang 25 Mei 2023. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran strategis dalam kegiatan pembangunan ekonomi nasional. Sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, industri kelapa sawit mampu menyerap lapangan pekerjaan sebesar 16 juta lebih tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, hal tersebut di sampaikan Hairun selaku praktisi industri sawit yang saat ini menjadi General Manager Wilmar Group wilayah Sumatera.
Industri kelapa sawit di Indonesia dibangun dengan pendekatan yang memprioritaskan keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi dan lingkungan, sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan, yang telah diatur secara khusus dalam RPJMN 2020-2024, sambung Hairun kepada ikatip.id saat menjelaskan kebijakan pemerintah tentang industri sawit nasional.
Berkarir di dunia industri sawit bagi Hairun yang sempat menyelesaikan pendidikan di Akademi Teknologi Industri Padang pada tahun 1990 tersebut, diikuti dari bawah, sehingga ia sangat memahami berbagai persoalan yang dihadapi dalam kegiatan operasional industri sawit. Jenjang karirnya dilalui dari berbagai pengalaman dan pengembangan pengetahuan, hingga seringkali ia diutus ke beberapa negara untuk melakukan studi banding pengelolaan industri sawit yang lebih bersaing, seperti Malaysia dan India.
Untuk mengakselerasi pertumbuhan industri sawit nasional yang mesti berkelanjutan , lanjut Hairun, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No 44 Tahun 2022 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia yang dikenal dengan Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO. Peraturan tersebut wajib bagi seluruh type usaha kelapa sawit, yaitu Perkebunan Besar Negara, Perkebunan Besar Swasta dan Perkebunan Rakyat Indonesia, , dijelaskan Hairun. Kewajiban tersebut sebagai jaminan bahwa praktik produksi yang dilakukan telah mengikuti prinsip dan kaidah keberlanjutan.
Saat ini pemerintah juga sedang giat melakukan peremajaan atau replanting di seluruh perkebunan, mengingat kontribusi dalam ekonomi nasional bisa mencapai 13,5 persen dari seluruh nilai ekspor produk non migas nasional.
Kerjasama dalam pembangunan kelapa sawit, mulai dari perkebunan hingga pemanfaatan produk kelapa sawit dan turunannya di berbagai sektor industri semakin memberi peluang besar, termasuk jaminan kebutuhan Sumber Daya Manusia Agro Industri yang dapat dipenuhi oleh perguruan tinggi Politeknik Akademi Teknologi Industri Padang, ujar Hairun menutup perbincangannya di tengah jam kerjanya yang sangat padat,#red/Megi